20181219_094916_00007138502353809845530.png

“Menghitung hari…detik demi detik. Masa kunanti akankah ada. Jelang cerita, kasih yang panjang, menghitung hari…”

Sedikit bayangkan suara saya yang kemriyes seperti KD, 11 12 lah. 😜 . Ketika anda melihat barisan postingan saya seperti redaksi blogger beneran, mungkin bertanya-tanya, ini nulis apa nyampah. hee.. terserah.

Ini adalah lastday challenge 30 hari menulis di https://bloggerperempuan.co.id/ . Tantangan luar biasa bagi saya sebagai setengah manusia setengah blogger. Terimakasih tim BPN yang bikin challenge kayak gini yang menjadikan saya semakin semangat menulis dan produktif daripada scroll berita gosip.😁

Kalau dibilang ikutan challenge, tapi nyatanya saya sering ketinggalan. Jadi ini sebagai latihan saya kalau memang jadi blogger beneran. Target mendatang, saya nggak muluk-muluk, bisa rutin paling nggak seminggu sekali bikin post mungkin sudah capaian yang bagus bagi saya. Karena kegiatan menulis adalah kegiatan yang cukup mewah bagi saya selain tidur siang. Menulis artinya menyempatkan waktu untuk mencurahkan apa yang ada di pikiran menjadi barisan huruf yang ‘bisa’ dibaca. Meski sudah seringkali saya ulangi, kemampuan saya menulis masih sangat terbatas. Saya bisa 10 kali edit ketika membaca ulang draft  saya. Jika saya sedang memiliki tampungan kalimat yang banyak untuk saya ketik, saya akan lancar jaya mengetikkan sesuatu yang saya bisa ketik. Tapi ketika saya baca ulang, tulisan saya masih saja aneh. Apalagi jika pas sulit menulis, saya hanya bisa memandangi layar dengan tatapan zonk mau nulis apa.

Saya seorang pekerja tetap, dalam arti bukan kontrak yang mungkin membayangkan bagaimana nasib saya kapan kontrak berhenti. Puji syukur Alhamdulillah, rejeki saya mungkin disini sampai usia pensiun kelak. Keinginan memiliki usaha sampingan selalu ada, bukan karena rakus kurang gaji (walau gaji emang nggak seberapa), tapi manusia diciptakan sebagai makhluk yang selalu tidak puas. Namun saya memaknai tidak puas saya sebagai manusia adalah, akan melakukan apa saja jika memang itu peluang.

Menjadi pekerja bukan sesuatu yang membanggakan, karena siapa saja bisa jadi pekerja. Tapi sekecil apapun bisnis kita, kita adalah owner dan bebas ingin berkarya seperti apa. Maju atau mundur bisnis kita, kita yang menentukan. Sayangnya saya bukan pe-bisnis, jadi ya tetap saja pekerja. haha. Saya menganggap blogger sebagai dunia baru saya selain soal dunia bos dan pekerja.

Harapan-harapan simpel dalam blogging kira-kira :

  • Bisa rutin posting, 1 minggu sekali
  • Bisa menulis dengan kualitas yang lebih baik
  • Bisa memenangkan suatu lomba menulis 😜 (Juri mana yang mau memenangkan konten blog seperti ini)
  • Dapat kesempatan travelling yang bisa jadi bahan nge-blog
  • Punya 1000 pengikut , eh kebanyakan ya? 100 saja dulu lah. ✌

Itulah 5 target blogging tahun depan, gampil kan? 😝

Salam Biru

Target Blogging 2019💻

Screentime kalau lagi jenuh mungkin akumulasi nya bisa ngeri alias berjam-jam, tapi kalau pas padat acara atau sibuk ya, bisa seharian nggak buka handphone. Kalau screentime kerja sih, hampir 4 sampai 5 jam setiap hari, karena kerjanya melotot in angka dilayar, bukan di buku, harap maklum jaman digital mungkin menulis manual dibuku sudah jaraaaang.

Nggak bisa dipungkiri ya, jaman digital semua jadi berbasis komputer, dari perbankan, perdagangan, perpajakan semua dengan data komputer. Minusnya adalah kalau komputer bermasalah, jadi kacau. Karena data apa-apa di komputer. Saya bersyukur di era seperti ini, serba mudah dan praktis, saya nggak tau jaman dulu kerjaan yang membutuhkan data banyak dan ribet, cara kerjanya gimana ya, manual ngitungnya, manual mengurutkan datanya, haduh..saya kenapa pusing sendiri ya membayangkan masa lalu. #ehmalahadamasalalu eaaa

Kalau pas free, longgar bisa klik sana sini, mungkin situs dikunjungi ya standar manusia lainnya, buka http://www.instagram.com hehehe..

Situs yang sering di KLIK antara lain :

  1. 💻 www.jalantikus.com. situs ini berisi informasi dunia IT, misal tips-tips di handphone, tips aplikasi terbaik, cara membuat apa atau menghapus apa dan lain-lain. Situs ini lengkap karena kontributornya netizen juga yang punya materi bisa ditulis, kalau di terbitkan bisa dapet duit!
  2. 💻 www.joox.com tau dong situs apa, ya buat play musik streaming. Males download lagu-lagu ya play aja via internet, praktis.
  3. 💻 http://www.wordpress.com ini tempat saya berperang melawan hawa nafsu melihat aplikasi shopping. Dulu pake blogspot, tapi sekarang nyoba wordpress dulu, terlanjur disini sih. hehe
  4. 💻 www. instagram.com situs atau aplikasi nomer 1 di jagat sosmed yang telah mengalahkan pendahulunya, Facebook. Ya terserah apa kata orang, tapi saya adalah pemirsa IG. Walau saya jarang upload, tapi saya sering stalking story orang. hehe
  5. 💻 www. bloggerperempuannetwork.net sebelum kenal BPN, mungkin sekedar browsing gambar-gambar lucu atau ngapain tapi setelah tau ada web ini ya, buka-buka kepo blogger lain gimana sih kontennya, cara menulisnya, tema apa. Yaa walau nggak sering tapi, pernah lah buka klik klik sana sini.

Itu dia website yang suka saya kunjungi kalau lagi selow…, kalian suka web apa? drakor apa game online?

Salam Biru

Sering KLIK kemana?💻

20181219_102208_00002446629297699365950.png

Dulu pernah saya bikin highlight di IG tempat belanja online trusted, dari berbagai jenis barang (kecuali makeup) hehe. Orang mungkin akan jarang follow saya karena tidak ada kategori makeup nya, ya gimana lagi saya nggak bisa menjelaskan apa-apa tentang makeup. 😝

Di era serba telepon, SMS, sampe chatting kayak gini saya sempat membayangkan sekarang kantor pos kerja ngapain ya, kasian bener. Dulu tempat itu rame orang-orang aktif mengirim surat, mengirim atau menerima uang. Eh… ternyata, sekarang alih kerjaan, bukan kirim surat tapi kirim paket barang. Bukan satu dua, tapi puluhan bahkan ratusan, lebih! #ehjadiiklan.

Tugas penerima jasa kirim barang seperti kantor pos, JNE, dll super sibuk. Apalagi moment lebaran bisa overload karena orang-orang ngabisin duit THR dengan belanja online. Ditambah lagi ada promo HARBOLNAS (Hari Belanja Online Nasional) yang biasanya di tanggal dobel seperti 11 11 atau 12 12 yang bikin heboh iklan di TV. Jual beli online jadi perhatian banyak kalangan, dari yang sukses mendadak dari jualan online, sampe yang gemar tipu-tipu ikut-ikutan berpartisipasi di jual beli online.

Yang dihutan seperti tarzan, buaya, dan saya tentu nggak mau kalah, saya juga termasuk pejuang diskon situs belanja online. Saya mah santai kalau dikatain kelas ekonomi bawah tapi belagu ikutan KBS (klik bayar sampai). 😍 Di kampung orang-orang sudah nggak lagi saklek beli di pasar, sudah tahu belanja online gaes. hee

Saya kenal belanja online sejak tahun 2011 kalau nggak salah. Dulu masih lewat akun-akun facebook atau twitter. Tapi ya mesti pinter-pinter milih akun, karena sejak ada facebook, banyak penipuan mulai dari anak dibawa kabur kenalan facebook sampai tipu-tipu jual beli via facebook.

Dari banyaknya situs berkeliaran di internet, (uang) saya tidak kenal banyak situs belanja online, kan belinya juga kalau ada uang aja nggak sering. hee Beberapa yang boleh kamu coba :

  1. 🛒 https://shopee.co.id/ saya termasuk shopeeholic. Karena dulu pas lahiran jarang bisa pergi kemana-mana saya mengandalkan belanja online untuk beli keperluan anak. Dulu bisa dibilang sering, sampe kurirnya hafal alamat pengiriman si tukang belanja online adalah saya dan sepupu saya, tapi saya nggak separah dia, karena dia bisa beli HP lewat online. 😜Shopee termasuk situs belanja apa marketplace ya, soalnya kalau beli di shopee juga mesti pilih-pilih seller yang bagus dan terpercaya. Terpercaya barangnya bagus sesuai harga. Saya lihat shopee nggak sengaja di iklan apps, dan belum se-heboh sekarang. Dulu subsidi  ongkirnya masih 80rb dengan minimal belanja hanya 30rb! Sekarang kebalik seiring jutaan usernya, minimal belanja 90rb subsidi ongkirnya hanya 20rb.  👌 Kalau pas momen tanggal dobel, 11 11 atau 12 12 minimal belanja cuma 50rb. #ahmacamdutashopeeaja.
  2. 🛒 https://www.salestockindonesia.com/ Ini situs belanja khusus fashion aja, nggak yang sampai alat rumah tangga ada. Sale Stock ini juga udah lama, saya nggak sering beli, tapi ya beberapa kali. Tapi sekarang range harganya kayaknya naik, mungkin karena udah masuk di tipi.
  3. 🛒 https://www.salestockindonesia.com/ Ini situs belanja khusus fashion aja, nggak yang sampai alat rumah tangga ada. Sale Stock ini juga udah lama, saya nggak sering beli, tapi ya beberapa kali. Tapi sekarang range harganya kayaknya naik, mungkin karena udah masuk di tipi.
  4. 🛒 https://www.littlethingshewear.com/ Ini saya beli cuma sekali, tapi puass. Nemu di akun IG, ini jualan perhiasan anak-anak dan sekarang ada yang buat dewasa juga. Harganya bagi yang berkantong tebal sih mungkin murah, tapi bagi saya mungkin cukup sekali beli aja. Hehe. Modelnya lucu-lucu, tapi saya merasa harus beli disini karena fungsinya, ANTI HILANG!
  5. 🛒 https://www.jd.id/Saya belum pernah beli di sini, tapi rencana mau beli di sini. Saya seneng situs ini HANYA karena warna dominannya adalah merah. Hehe. Di akun officialnya, juga menjual berbagai barang, yang lucu adalah icon situsnya yang mirip little pony. Boneka icon yang dijual lucu-lucu.

Itu dia 5 situs belanja favorit saya, masih ada banyak kan sebenernya situs belanja, ada Bukalapak, Tokopedia, Zalora, Aliexpress, dll. Apalagi sekarang semua brand punya situs resmi sendiri, seperti Matahari atau Elizabeth. Mau belanja online? nggak usah khawatir cara bayar, sekarang semua sudah lengkap nggak melulu melalui transfer bank, bayar di Alfamart/Indomaret bisa kok.

Salam Biru

 

5 Situs Belanja OKE

“Happiness is the art of never holding in your mind the memory of any unpleasant thing that has passed.”

20181219_094533_00003778525612889858603.png

Bahagia itu relatif. Itu jawaban yang mungkin kita dapat jika bertanya pada oranglain. Ya memang berbeda, jika bertanya pada orang tajir yang banyak duit mereka mungkin akan jawab “bahagia itu bisa berkumpul dengan keluarga karena kita sibuk all the time“. Kalau tanya sama keluarga yang anaknya banyak yang ngganggur ya “bahagia itu bisa melihat anak mendapat pekerjaan, nggak males dirumah“. Dan berbagai jawaban yang tentu sesuai dengan kondisi kita masing-masing.

Saya pernah menjelaskan di postingan awal, bahwa saya pernah bermasalah dengan kepribadian dan kejiwaan. Menyadari bahwa setiap orang harus bahagia dengan apa yang telah dimiliki, tentu bukan hal mudah. Anak-anak dijalanan yang hobinya balapan, kelayapan dan penuh kenakalan lainnya, apakah mereka dari ekonomi miskin? Enggak juga, mereka dari keluarga kecukupan. Kenapa mereka lari ke jalan karena alasan tidak bahagia di rumah? Banyak faktor yang tidak bisa dijelaskan satu persatu. Jadi menyimpulkan kebahagiaan, tentu tidak kita cari, tapi apa yang sudah kita dapatkan atau kita miliki itulah sumber kebahagiaan kita. Caranya simpel, golden word, BERSYUKUR. Akar dari kebahagiaan sesungguhnya ya bersyukur. titik.

Naluri manusia untuk terus mencari yang lebih bukan suatu hal yang negatif. Hal itu kita jadikan sebagai motivasi jika kita melakukan suatu kebaikan. Misal, kita hari ini bisa sedekah 100ribu, lain hari kita harus berusaha bahwa suatu hari kita harus bisa lebih dari itu. Atau misal kita bulan ini bisa bantu orangtua mengerjakan kerjaan rumah sebulan sekali, kita berharap ya bulan depan harus bisa lebih baik lagi misal sebulan dua kali. Tapi untuk urusan materi, mencari kepuasan mungkin perlu kita kontrol. Karena yang berkaitan dengan materi, semakin mencari kepuasan memiliki sesuatu, akan timbul keinginan kepuasan yang lain tak habis-habis.

👉 Misal dulu pengen beli HP👉Kebeli harga yang 700ribu lalu pengen ganti yang 1juta👉kebeli yang 1jt pengen lagi yg 2jt👉kebeli yang 2jt pengen yang fitur 3jt👉kebeli 3jt ada lagi fitur baru 4jt👉terus nggak ada habisnya. Macam saya. 🤦‍♀️

Kalau misal sudah ada di titik cukup (bukan puas) itulah saatnya kita kontrol melawan ego. Kalau HP yang 2 jt mungkin sudah cukup bisa mengerjakan semuanya, ya tahan dulu aja. KECUALI, ada suatu kebutuhan fitur yang HARUS ada tidak bisa ditawar. Tapi ya jarang  sih, sekarang kebutuhan harian manusia apa sih? Chatting, email, foto, editing? Semua HP juga sudah standar begitu.

Beberapa kebahagiaan sederhana adalah

  1. Bernafas. Sehat. Bagi yang sehat walafiat bisa hidup dengan normal, bernafas dengan oksigen gratis tanpa alat, itu adalah kebahagiaan sederhana yang harus ada di nomor 1.
  2. Keluarga. Bersyukur memiliki keluarga, entah berapa jumlahnya entah disebut lengkap atau enggak, tapi keluarga adalah kelompok manusia terdekat yang hidup dengan kita.
  3. Rejeki.  Sebenarnya ini bisa masuk ke poin keluarga, karena salah satu bentuk rejeki dari Allah adalah keluarga. Selain itu, rejeki lain adalah diberi pekerjaan yang halal, teman yang baik, tetangga yang selalu membantu, diberi amanah keturunan (anak), bagi yang belum memiliki anak, rejeki lain adalah kesempatan untuk melakukan banyak hal.
  4. Damai. Bersyukur hidup di negeri yang damai. Meskipun sebenarnya perang tidak harus secara fisik senjata seperti timur tengah. Setidaknya hidup di lingkungan yang kondusif adalah kebahagiaan. Bebas ke masjid tanpa harus di intai pasukan. Bebas berkarnya, tidak seperti jaman penjajahan. Inilah adalah hal sepele tapi termasuk kebahagiaan.
  5. Canggih. Kangen tinggal chatting, video call. Kerja cepat dengan berbagai fasilitas digital, internet, komputer dll. Mau kemana tinggal telepon ojek/taksi online, naik kendaraan roda 2 atau 4 milik sendiri atau punya keluarga. Semua kecanggihan teknologi yang ada menjadikan kita bahagia tanpa harus lelah menunggu kabar, mencemaskan keadaan orang tersayang. Dampak – dampak negatif dari kecanggihan teknologi ini memang perlu diwaspadai, misal pasangan selingkuh lewat dunia maya (amit-amit!), atau kejahatan dunia maya lainnya adalah sebagai bentuk resiko yang mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal-hal tersebut. Amiin. Kalau temen-temen kita sudah mengalami bagaimana? tidak ada hal yang buruk dari yang sudah jadi kententuan Allah, jika pun ada kejadian-kejadian tidak menyenangkan, dijadikan pelajaran berharga yang bisa diambil hikmahnya. Entah langsung terasa hikmahnya atau perlahan.

Sederhana kok rumit ya? hehe… saya juga nggak tau kenapa pikiran saya menyuruh menulis demikian. Perbedaan kehidupan masing-masing orang tentu tidak dapat jadi tolok ukur kebahagiaan, tapi apa yang menjadi kebahagiaan sederhana mereka bisa jadi inspirasi bagi lainnya.

Salam Biru

Bahagia itu Sederhana🌹

20181219_094125_00008982714914818998988.png

Saya ingin menulis surat, tapi bingung ditujukan kepada siapa, kepada presiden tapi saya takut jika tulisan saya menjadi pelanggaran. Tapi ingin sekali saya menyampaikan.

Kepada Yth. Sang Pemimpin

Kita memiliki pahlawan tanpa tanda jasa, orang menyebutnya Guru. Tapi dimasa kini, guru sepertinya memiliki ‘tanda jasa’. Penghasilannya sangat tinggi. Bisa 7 kali lipat UMR. Setiap kebijakan selalu memperhatikan kesejahteraannya, berbagai tunjangan lengkap. Sangat lengkap. Bahkan tak hanya sampai bulan 12, tapi sampai 13 bulan dalam setahun. 

Ada sebuah profesi yang jarang sekali tertulis di daftar pekerjaan, di formulir perbankan, formulir asuransi, formulir apa saja kecuali milik dinas kependudukan. Saya sendiri bingung kenapa profesi/pekerjaan ini jarang/tidak tertulis.

Karena jarang orang memiliki pekerjaan ini? Bukan, bahkan di negeri ini setiap pelosok negeri bisa ada profesi ini.

Karena pekerjaan ini aneh? Karena pekerjaan ini tidak berseragam? Bukan, pekerjaan ini sama saja seperti pekerja lainnya. Bahkan negara mengatur apa pakainan mereka. Saya juga bingung ketika mengisi formulir apa sering ditanya pekerjaan itu termasuk pekerjaan apa. Karena apa? orang diluar sana nggak tahu, karena mungkin dipandang nggak penting juga. 

Mereka yang bekerja di profesi ini, menjalankan apa saja kebijakan pemerintah yang ada. Pekerjaan dan Gaji mereka diatur dalam peraturan tertulis berpasal-pasal. 

Kesejahteraan mereka? mereka tidak menghitung berapa rupiah yang didapat, karena seringpun mereka menyuarakan suara mereka, ‘tidak ada yang mendengar’ atau mungkin saja di’dengar’ tapi lupa. 

Mereka berbicara soal pengabdian dan melayani, karena jika berbicara tentang kesejahteraan mungkin akan ditertawakan. Ketika lembaga penyedia layanan kesehatan terus mengajak seluruh perusahaan mendaftarkan semua pekerjanya untuk menjadi bagian dari penerima layanan tenaga kerja, tapi satu pekerjaan ini tidak disebut. Mungkin karena tidak termasuk beresiko? resiko fisik mungkin tidak, tapi tidak ada jaminan lain yang jadi tumpuan masa depan dimasa pensiun.

Ketika negara menyuarakan kepada seluruh perusahaan atau pelaku usaha jangan lupa membayarkan Tunjangan Hari Raya, pekerjaan yang satu ini bahkan tidak disebut. Bahkan permohonan mereka diwaktu lampau tentang THR pernah ditolak dengan alasan tidak ada payung hukum. Jangankan tambahan hari raya, tunjangan makan pun jangan ditanya. Jelas tidak ada.  Setelah sekian lama, bahkan ada yang hampir 28 tahun bekerja, baru tahun ini pekerjaan ini diperbolehkan menerima THR. Menyedihkan? Mungkin tidak terlalu bagi mereka, mereka terlalu biasa tidak didengar. Terbiasa dengan ‘gak apa-apa’ ‘kami bukan siapa-siapa’

Ketika suatu pekerja mendapat jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan, pekerjaan ini mendapat jaminan kesehatan juga belum lama. Jaminan pensiun?Jaminan Ketenagakerjaan? jawabanya seperti pertanyaan ‘Kapan jarum yang hilang di jerami ketemu? bisa saja ketemu kalau pakai magnet yang BESAR atau ya tidak akan ketemu.

Ketika mendengar pegawai negeri sipil menerima tunjangan pensiun seumur hidup mereka, itu hal biasa. Mereka bekerja pada negara, wajar jika negara memberi jaminan setelah mereka purna tugas. Ketika mendengar pekerja  swasta setelah sekian lama bekerja, pensiun dan mendapat pesangon sekian puluh/ratus juta, rasanya hal biasa. Sangat biasa, lumrah, mereka pekerja tetap yang telah mengabdi puluhan tahun. Bagaimana jika hampir 30 tahun bekerja tapi ketika pensiun hanya mendapat pesangon setara setengah harga motor matic biasa dipasaran. Prihatin? hal biasa. Itulah pekerjaan mereka. Apa mereka bekerja di tempat orang asing? tidak. Mereka bekerja kepada negara, melaksanakan aturan negara. Apa mereka asal masuk/mendaftar/tanpa seleksi/ilegal/asal melamar? Tidak juga, mereka melalui tahapan yang sama seperti pelamar pekerjaan lainnnya. Tata caranya diatur tertulis dalam pasal. Iya, pekerjaan ini jelas tapi abu-abu.

Apa mereka tidak demo? Membuat petisi? sekali lagi, biarpun pernah dilakukan, tapi mereka terbiasa dengan menunggu. Menunggu jawaban, sebentar, dan lama menunggu.

Apa karena menuntut berlebihan? Ingin di ketok palu menjadi PNS seperti layaknya pekerja berstatus tengah lainnya? Tidak, bukan juga. Mereka hanya ingin layak di pandang pemerintah sebagai pekerja pada umumnya. Jikapun tidak mendapatkan jaminan seumur hidup seperti pejabat lainnya, paling tidak ada jaminan layak yang sebanding dengan pengabdian mereka bekerja. 

Saya tidak tahu apa makna post ini, entah demonstrasi entah curhat entah menuntut. Tapi hanya ingin semua tahu, pekejaan itu benar ada. Dan sampai kini, mereka masih selalu menunggu apa yang akan pemimpin lakukan kepada mereka. Sejuta tandatangan mungkin saja tidak akan merubah keadaan. 

Terimakasih

*Note : Mungkin di semua wilayah di Indonesia ada profesi ini, tapi isi surat ini TIDAK mewakili mereka atau semua profesi seperti ini yang ada di Indonesia. Ini hanya gambaran di lingkup daerah saya tinggal. Karena bisa jadi wilayah lain jauh lebih baik atau mungkin bisa jadi malah ada yang lebih kekurangan.

A Letter to ……..