30 Day Chalenge

Bahagia itu Sederhana🌹

“Happiness is the art of never holding in your mind the memory of any unpleasant thing that has passed.”

20181219_094533_00003778525612889858603.png

Bahagia itu relatif. Itu jawaban yang mungkin kita dapat jika bertanya pada oranglain. Ya memang berbeda, jika bertanya pada orang tajir yang banyak duit mereka mungkin akan jawab “bahagia itu bisa berkumpul dengan keluarga karena kita sibuk all the time“. Kalau tanya sama keluarga yang anaknya banyak yang ngganggur ya “bahagia itu bisa melihat anak mendapat pekerjaan, nggak males dirumah“. Dan berbagai jawaban yang tentu sesuai dengan kondisi kita masing-masing.

Saya pernah menjelaskan di postingan awal, bahwa saya pernah bermasalah dengan kepribadian dan kejiwaan. Menyadari bahwa setiap orang harus bahagia dengan apa yang telah dimiliki, tentu bukan hal mudah. Anak-anak dijalanan yang hobinya balapan, kelayapan dan penuh kenakalan lainnya, apakah mereka dari ekonomi miskin? Enggak juga, mereka dari keluarga kecukupan. Kenapa mereka lari ke jalan karena alasan tidak bahagia di rumah? Banyak faktor yang tidak bisa dijelaskan satu persatu. Jadi menyimpulkan kebahagiaan, tentu tidak kita cari, tapi apa yang sudah kita dapatkan atau kita miliki itulah sumber kebahagiaan kita. Caranya simpel, golden word, BERSYUKUR. Akar dari kebahagiaan sesungguhnya ya bersyukur. titik.

Naluri manusia untuk terus mencari yang lebih bukan suatu hal yang negatif. Hal itu kita jadikan sebagai motivasi jika kita melakukan suatu kebaikan. Misal, kita hari ini bisa sedekah 100ribu, lain hari kita harus berusaha bahwa suatu hari kita harus bisa lebih dari itu. Atau misal kita bulan ini bisa bantu orangtua mengerjakan kerjaan rumah sebulan sekali, kita berharap ya bulan depan harus bisa lebih baik lagi misal sebulan dua kali. Tapi untuk urusan materi, mencari kepuasan mungkin perlu kita kontrol. Karena yang berkaitan dengan materi, semakin mencari kepuasan memiliki sesuatu, akan timbul keinginan kepuasan yang lain tak habis-habis.

👉 Misal dulu pengen beli HP👉Kebeli harga yang 700ribu lalu pengen ganti yang 1juta👉kebeli yang 1jt pengen lagi yg 2jt👉kebeli yang 2jt pengen yang fitur 3jt👉kebeli 3jt ada lagi fitur baru 4jt👉terus nggak ada habisnya. Macam saya. 🤦‍♀️

Kalau misal sudah ada di titik cukup (bukan puas) itulah saatnya kita kontrol melawan ego. Kalau HP yang 2 jt mungkin sudah cukup bisa mengerjakan semuanya, ya tahan dulu aja. KECUALI, ada suatu kebutuhan fitur yang HARUS ada tidak bisa ditawar. Tapi ya jarang  sih, sekarang kebutuhan harian manusia apa sih? Chatting, email, foto, editing? Semua HP juga sudah standar begitu.

Beberapa kebahagiaan sederhana adalah

  1. Bernafas. Sehat. Bagi yang sehat walafiat bisa hidup dengan normal, bernafas dengan oksigen gratis tanpa alat, itu adalah kebahagiaan sederhana yang harus ada di nomor 1.
  2. Keluarga. Bersyukur memiliki keluarga, entah berapa jumlahnya entah disebut lengkap atau enggak, tapi keluarga adalah kelompok manusia terdekat yang hidup dengan kita.
  3. Rejeki.  Sebenarnya ini bisa masuk ke poin keluarga, karena salah satu bentuk rejeki dari Allah adalah keluarga. Selain itu, rejeki lain adalah diberi pekerjaan yang halal, teman yang baik, tetangga yang selalu membantu, diberi amanah keturunan (anak), bagi yang belum memiliki anak, rejeki lain adalah kesempatan untuk melakukan banyak hal.
  4. Damai. Bersyukur hidup di negeri yang damai. Meskipun sebenarnya perang tidak harus secara fisik senjata seperti timur tengah. Setidaknya hidup di lingkungan yang kondusif adalah kebahagiaan. Bebas ke masjid tanpa harus di intai pasukan. Bebas berkarnya, tidak seperti jaman penjajahan. Inilah adalah hal sepele tapi termasuk kebahagiaan.
  5. Canggih. Kangen tinggal chatting, video call. Kerja cepat dengan berbagai fasilitas digital, internet, komputer dll. Mau kemana tinggal telepon ojek/taksi online, naik kendaraan roda 2 atau 4 milik sendiri atau punya keluarga. Semua kecanggihan teknologi yang ada menjadikan kita bahagia tanpa harus lelah menunggu kabar, mencemaskan keadaan orang tersayang. Dampak – dampak negatif dari kecanggihan teknologi ini memang perlu diwaspadai, misal pasangan selingkuh lewat dunia maya (amit-amit!), atau kejahatan dunia maya lainnya adalah sebagai bentuk resiko yang mudah-mudahan kita dijauhkan dari hal-hal tersebut. Amiin. Kalau temen-temen kita sudah mengalami bagaimana? tidak ada hal yang buruk dari yang sudah jadi kententuan Allah, jika pun ada kejadian-kejadian tidak menyenangkan, dijadikan pelajaran berharga yang bisa diambil hikmahnya. Entah langsung terasa hikmahnya atau perlahan.

Sederhana kok rumit ya? hehe… saya juga nggak tau kenapa pikiran saya menyuruh menulis demikian. Perbedaan kehidupan masing-masing orang tentu tidak dapat jadi tolok ukur kebahagiaan, tapi apa yang menjadi kebahagiaan sederhana mereka bisa jadi inspirasi bagi lainnya.

Salam Biru

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.