My 2019 Goals 🎈

Semua pencapaian kadang tidak sekedar bermula dari keberuntungan, tapi apa yang ditulis dalam daftar impian

20191011_141258_00003228859171332964634.pngAngan-angan nulis blog rutin ternyata hanya omong kosong. Hahaha.. entah tapi saya tidak tahu kenapa waktu berjalan secepat ini. Saya yang tidak bisa mengatur waktu, atau memang kesibukan saya yang terlalu banyak. Hmm…… tapi memang awal tahun sudah di sambut banyak hal di kerjaan, lalu ada pemilu, lalu ada audit intens yang bikin hari ku cenat cenut. Halah..Oiya, setelah coba buka lagi apa keinginan di tahun 2019, aku malah ber decak kagum eh nggak juga ding. Tapi ternyata lima daftar yang saya tulis sudah 3 tercapai. 🥳 Sebenarnya bisa semua, tapi perhitungan meleset. Tapi tidak apa. Bukan hal yang buruk. 😁*Ini bukan mau pamer ya, tapi buat review 5 list keinginan tahun lalu. Biar jadi motivasi berarti harus menulis yang lebih lagi supaya banyak yang aamiini. Hehe

Baca ini : 2019 Mau Ngapain?

📎 Beli Mobil

Jangan membayangkan mobil bagus seperti iklan di TV ya, No, bukan itu. Saya sudah bilang kan kalau asal roda empat. Wkwkwk… ya puji syukur, bersyukur, meski sebenarnya bukan kebutuhan penting, tapi mobilitas tinggi memang sepertinya butuh kendaraan yang bisa menampung keluarga sirkus yang ribet banget kalau mau kemana mana. Dengan melalui banyak drama dan halang rintang, akhirnya di ketok palu pembelian si kendaraan ini. Nggak mau share foto tapi . Wkwkwk

📎 Wisata Ke Malang

Sebenarnya ini keinginannya trip bersama keluarga ke Malang, karena tahun kemarin sekeluarga bisa pergi piknik 3 kali keluar kota. Tapi rasanya tahun ini sedang banyak kerepotan, jadi agenda wisata yang biasa terjadwal tidak bisa ikut semua.Di kerjaan ada agenda kunjungan kerja ke Malang. Seneng dong… tapi dengan usaha extra karena tentu saya meninggakan si bayi. Saya harus membuat alternatif liburan buat dia bersama onty dan ibu saya. Hmm..Dan hasilnya, meski tidak seperti bayangan saya, karena memang murni kunker yang memang tempat pilihannya tidak dekat dengan tempat wisata, so kami hanya seperti pindah rapat. Haha…Wisata petik buah apel? Astaga… di luar dugaan saya. Mungkin saya akan menulisnya lagi di judul lainnya. 😂

20190621_0749333316225796611388614.jpg
Foto : Pribadi. Nyari yang mukanya burem saja. Wkwk

📎 Pelihara Kucing 🐈

Ini adalah wishlist paling remeh yang saya buat. Tapi tadinya perlu perundingan alot untuk miara anak berbulu kaki empat ini. Akhirnya adik saya membawa anak koceng yang masih usia lumayan kecil. Dan lucu sekali, Bayi kecilku rupanya sangat gemar mendekatinya.Tapi karena usianya yang masih kecil , dan di gudang rumah saya banyak tikus, itul ah yang menjadi sebab, awal mula kucing ini terkena virus. Belum sampai berapa bulan, kucingnya mati. 😢.

🔜 Bisa NyetirIni wishlist yang susah susah gampang. Karena wanita makhluk yang emosional jadi banyak yang sulit mempercayai wanita bisa gampang latihan mengemudi. Saya sudah berusaha dengan mendaftar kursus, tapi saya lagi-lagi suliiit menemukan waktu yang bisa saya luangkan untuk datang.

🔜 Bedah RumahIni keinginan klasik ya, dimana semua manusia memiliki kebutuhan sandang, pangan, papan. Saya lebih memprioritaskan wishlist saya ini, tapi perundingan untuk kendaraan sepertinya lebih alot, akhirnya saya hanya bisa okelah kalau begitu. 🧞‍♀️Itulah 5 daftar keinginan saya di 2019 ini. Semoga bisa memberi inspirasi. Hehe… iya nggak ya…

Salam Biru

Aplikasi Ini Katanya Bisa Menghasilkan Uang? 📲

Sedikit-sedikit lama-lama jadi bukit. Judulnya agak ribet, karena bingung juga mau kasih judul apa. Intinya saya mau kasih tau bahwa mendulang uang itu bisa berbagai cara, dalam kutip yang halal. Merintis usaha di era digital kayak sekarang, susah susah gampang. Jika dijalani dengan tekun, sabar, dan memang sudah jadi rejekinya, modal smartphone bisa menghasilkan uang. Caranya gimana? […]

RELATION(SHIT)

“Mencari pasangan itu mudah, tetapi mencari pendamping itu sulit”

Kayaknya sama saja ya? tapi bagi saya maknanya beda, pasangan itu ya sekedar oke saya menemukan pasangan yang saya suka padanya, dia suka pada saya juga. Simpel. Tapi bisakah dia sudah bisa mendampingi dalam berbagai hal tidak sekedar mendampingi kalo pergi kondangan atau mengantar kemana? hmm… tapi apakah kita bisa bener mendapatkan pasangan sekaligus pendamping kayak gitu? kalau itu penilaian masing-masing pribadi sih… wkwkw Yang penting kita juga memantaskan diri, bahwa kita juga bukan sekedar pasangan, tapi juga pendamping dan itu nggak instan langsung terbentuk jadi couple goals, melainkan dengan proses panjang bahkan bisa jadi penuh drama karena menyesuaikan diri satu sama lain itu SANGAT TIDAK MUDAH.

Kenapa judulnya Relation(shit) yang biasanya kita denger sebagai plesetan dari Relationship, yaitu sebuah hubungan. Yaa… meski diriku sudah menikah, tapi melihat kegalauan para jomblo yang sering ku lihat, jadi pengen nulis (walaupun tidak menyelesaikan masalah mereka juga sih) hehe. Tapi perlu digarisbawahi, aku melihat relationship ini dari sudut pandang normal, bahwa aku auto paham kalau berpasangan itu lawan jenis ya, laki-laki dan perempuan. Jadi kalau aku dianggap gak toleransi HAM yang mungkin jadi alasan orang boleh menyetujui hubungan sesama jenis, maafkanku tapi aku tak setuju dan juga tidak mau berkomentar panjang lebar. Peace ✌

Kalau ngomongin sebuah hubungan kita dengan seseorang, di jaman old sih mungkin lebih ‘agak’ enakan ketimbang jaman now. Karena kalau dulu (tebak aja umurku berapa wkwkkw), nggak kayak sekarang yang serba sosmed, belum lagi penambahan kemajuan istilah di bidang sosial percintaan dimulai dari TTM,PHP, BAPERAN, PELAKOR, dll yang seolah-olah sulit banget mencari orang yang bener-bener tulus.

Iya, perubahan-perubahan yang ada di jaman sekarang dan jaman dulu serasa bisa mempengaruhi stabilitas hubungan seseorang. Ya emang nggak selalu bisa berpengaruh, karena semua kembali kepada kepribadian masing-masing. Kenapa? Sekarang godaan dan tantangan semakin berat. Jika tidak bisa menyesuaikan diri dengan kencangnya kecanggihan teknologi komunikasi, kesetiaan atau bahkan keimanan seseorang bisa goyah. Sering dengar ada cewe yang spam status patah hati di sosmed gara-gara pacarnya berpaling dengan cewe lain yang HANYA dia kenal di dunia maya. Apa terdengar seperti lelucon? Pernah lihat akun-akun rumpi menyebar drama kisah-kisah pasangan dan mengecam wanita penggoda yang sekarang santer disebut Pelakor? Ketika saya pernah tidak sengaja melihat postingan semacam itu saya hanya bisa berpikir “kok bisa sih?kok tega?kok ada?” Sambil terus ngebatin “naudzubilahimindzalik“.

Saya nggak tahu isi tulisan ini ngawur atau tidak, tapi inilah fenomena sosial saat ini. Ketika ada akun IG menyuarakan Indonesia Tanpa Pacaran, saya terus mikir, “100jutaan orang lho, dakwahi seumat masjid di kampung aja entah nyampe entah enggak”. Pacaran atau enggak setiap agama kan pandangannya beda-beda. Dan saya juga tidak mau detail berpendapat soal dalil. Tapi setelah saya hampir menginjak kepala 3 dan mengalami pengalaman pernah muda, saya baru mengerti kenapa orangtua selalu ceramah soal pergaulan begini begini ya baru sekarang. Ketika saya muda dan diberi wejangan semacam itu ya, saya setengah iya setengah menolak “kenapa sih, nggak apa-apa juga kali”. Setelah ngerti ya akan balik ngomong ke diri sendiri “bener juga kata xxxx dulu. Nyari pacar atau pengen punya pacar juga akhirnya nggak faedah amat. Banyak ribetnya iya “. Itu pendapat saya. Mungkin definisi menjalin hubungan dengan seseorang hampir sama lah dengan yang di buku kisah cinta dokter yang viral itu, nggak usah pacaran kalau cuma buat main-main, cari ya buat serius dan dinikahi. 😄

Jadi, buat yang masih muda atau pun nggak merasa muda, dan sedang patah hati tapi berlama-lama sedih merana hanya gara-gara putus cinta, kayaknya mesti buka mata lebar-lebar. Dunia ini nggak sekedar ngurusin dia yang nggak peka atau penghianat, tapi masa muda (single) jadikan sebagai kesempatan terbaik buat berkarya apa saja, menggali potensi diri, bekerja atau sekolah yang bener. Berjodoh dengan jodoh di usia berapapun tidak usah jadi ‘judul’ renungan. Lakukan saja yang terbaik, pasti kebaikan juga akan mengiringi. Saya bisa berpendapat begitu karena dulu saya mungkin kurang memanfaatkan masa muda. Jadi ketika saya sudah berkeluarga dan punya kesibukan baru, ada hal-hal terlewat yang mungkin belum kesampaian. 😊

Salam Biru

Target Blogging 2019💻

“Menghitung hari…detik demi detik. Masa kunanti akankah ada. Jelang cerita, kasih yang panjang, menghitung hari…” Sedikit bayangkan suara saya yang kemriyes seperti KD, 11 12 lah. 😜 . Ketika anda melihat barisan postingan saya seperti redaksi blogger beneran, mungkin bertanya-tanya, ini nulis apa nyampah. hee.. terserah. Ini adalah lastday challenge 30 hari menulis di https://bloggerperempuan.co.id/ . Tantangan luar biasa bagi saya sebagai setengah […]

5 Situs Belanja OKE

Dulu pernah saya bikin highlight di IG tempat belanja online trusted, dari berbagai jenis barang (kecuali makeup) hehe. Orang mungkin akan jarang follow saya karena tidak ada kategori makeup nya, ya gimana lagi saya nggak bisa menjelaskan apa-apa tentang makeup. 😝 Di era serba telepon, SMS, sampe chatting kayak gini saya sempat membayangkan sekarang kantor pos kerja […]